Viral, Ketua Panitia Pertandingan Futsal dijerat Pasal Berlapis

  • Share

MEDAN, MEDGO.ID Ketua panitia pertandingan futsal antara Polsek Medan Kota melawan Al Washliyah, Bani Teguh Ginting, ditetapkan sebagai tersangka. Ia menjadi tersangka akibat faktor kerumunan penonton dalam pertandingan futsal itu.

Dalam kasus ini, Bani dijerat 2 pasal karena telah memalsukan tanda tangan polisi dan melanggar protokol kesehatan (prokes).

“Pelanggarannya prokes dan Pasal 263 ayat 1 dan 2 juga . ancaman melanggar ketentuannya melanggar prokes UU karantina kesehatan maksimal 1 tahun, yang Pasal 263, ancamannya 5 tahun,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Terkait pemalsuan tanda tangan, Riko menyebut digunakan tersangka untuk permohonan izin pinjam pakai GOR Mini Futsal, Dispora Sumut, di Kabupaten Deli Serdang pada 14 Desember 2020.

Dia mencatut tanda tangan dua anggota Polri agar izin meminjam lapangan futsal dipermudah. Tak benar tanda tangan siapa yang dipalsukan oleh ketua panitia itu.

“Maksudnya agar memperlancar pelaksanaan turnamen futsal yang dilaksanakan olehnya, selaku ketua panitia,” ujar Riko.

Selanjutnya karena pencatutan itu, dua anggota Polri itu tidak setuju dan membuat laporan polisi dengan nomor: LP / 218 / II / 2021 / SKPT / Polrestabes Medan tanggal 1 Februari.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatan pemalsuan tanda tangan yang selanjutnya diakhiri dengan aktivitas di Satreskrim Polrestabes Medan,” tutur Riko.

Sementara terkait protokol kesehatan, Riko menyebut Bani mengundang beberapa sponsor. Padahal, Dispora Sumut sudah memberikan persyaratan saat peminjaman salah satunya pertandingan tanpa penonton.

“Pada tanggal 23-30 memang betul tanpa penonton. Namun pada saat pelaksanaan final tanggal 31, saudara B (Bani), melalui medsos Instagram memberikan pengumuman pertandingan final,” ujar Riko

Akhirnya, karena pengumuman lewat medsos itu terjadi kerumunan penonton, hingga berujung viral. Riko membantah bila, institusinya terlibat dalam penyelenggaraan turnamen itu.

“Dia membuat logo seolah olah logo tim futsal dari Polda Sumut,” tuturnya.

Riko juga memastikan Polda Sumut tidak memiliki tim futsal, termasuk juga di jajaran polsek. Dia akan memberlakukan peraturan anggotanya di dalam kasus ini.

“Kalau ada personel yang terlibat kami bertanggung jawab akan proses kita. (Sanksi) internal ada, ” tegas Riko. (* / *)

 

Reporter: EF

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.