Polres Asahan: Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana, Pers Release di Pimpin Kapolres

  • Share
Kapolres Asahan, AKBP. Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K saat memberikan pemaparan digelar Konferensi Pers dalam pengungkapan kasus tindak pidana pembunuhan berencana.

ASAHAN, MEDGO.ID Kapolres Asahan, AKBP. Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K laksanakan gelar Konferensi Pers dalam pengungkapan perkara kasus tindak pidana pembunuhan berencana atau halnya dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain serta adanya penganiayaan yang mengakibatkan kematian, sore sekira pukul 16.00 Wib di lapangan tengah Mapolres Asahan, Jumat (23/4/2021).

Selain Kapolres AKBP Nugroho Dwi Karyanto juga di dampingi Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ramadhani, Kasubbag Humas Polres Asahan, IPTU Maraden Pakpahan dan Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan, Iptu Mulyoto.

Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP/37/IV/2021/SU/Res Ash/Sek Pulau Raja, tanggal 20 April 2021 bahwasanya telah terjadi tindak pidana pembunuhan sekira pukul 07:30 Wib di Dusun I, Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan dengan korban Winda Wulandari (29) warga Kelurahan Sioidengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu.

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, bersama Kasat Reskrim AKP Ramadhani saat memberikan memaparan dihadapan wartawan media.

Adapun didalam hal motif pembunuhan ini, yang dilakukan oleh tersangka Juliadi Lubis alias Ucok Safari (51) warga Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, dikarenakan akibat adanya rasa cemburu dan curiga terhadap korban yang tidak mau berterus terang, untuk memberitahukan siapa yang baru saja menelponnya. Diketahui sebelumnya korban dan tersangka merupakan pemakai narkoba, tersangka juga sering melakukan penganiayaan terhadap korban.

Dalam pemaparan Kapolres, bahwasanya berdasarkan keterangan ahli, penyebab kematian korban tidak wajar karena korban diduga mati lemas (asfiksia) oleh karena adanya penekanan pada leher disertai adanya trauma kekerasan benda tumpul pada dada bagian atas, sehingga hasil dari tindakan otopsi tersebut tidak berkesesuaian bahkan bertolak belakang dengan semua keterangan pelaku.

Dalam hal ini Satuan Reskrim Polres Asahan juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, 1 buah pakaian daster warna ungu bermotif bunga, 1 buah selimut warna coklat bermotif bunga warna putih, 1 utas tali rajut warna putih, 1 buah celana dalam warna hitam,1 buah bh warna hitam dan merah.

Atas perbuatan yang sudah ia lakukan, tersangka kenakan Pasa belapisl yang dipersangkakan pasal 340 Sub Pasal 338 Sub Pasal 351ayat 3 dari KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama 7-20 tahun atau hukuman mati, sedangkan terkait dengan pelaku yang bernama Fadil masih dalam daftar pencarian oleh satreskrim Polres Asahan.

Sepanjang Kegiatan Konferensi Pers berlangsung, acara tetap dalam mempedomani protokoler kesehatan, dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Reporter : E Franata.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.